"bumi Akan Semakin Panas" Matahari Akan Meletupkan Radiasi Korona


 nuansa-download.blogspot.com

Badan Antariksa dan Aeronautika Nasional (NASA) mengungkapkan, matahari meletupkan partikel radiasi korona (CME) ke arah bumi pada Jumat (22/3).  

"Matahari meletupkan partikel radiasi korona (CME) ke arah bumi dan dampaknya dapat dirasakan pada satu atau tiga hari setelah kejadian tersebut," kata laman resmi NASA www.nasa.gov pada Minggu (17/3).  

Badan tersebut mengungkapkan, dampak radiasi dapat berupa gangguan kinerja terhadap peralatan elektronik di satelit dan bumi.  

Pengamatan dari Badan Pengawas Urusan Terestrial Surya (STEREO) dan Badan Pengawas Heliosfer dan Surya dari NASA menjelaskan kecepatan letupan mencapai sekitar 1.448 kilometer per detik.  

"Jika merunut pada sejarah, letupan radiasi matahari dengan kecepatan tersebut menyebabkan dampak menengah hingga berat kepada bumi," kata laman NASA itu.  

Selain itu, NASA memberi peringatan kepada operator pesawat antariksa Spitzer dan Messenger bahwa gelombang radiasi badai matahari akan melalui kedua sarana tersebut.  

"Kejadian tersebut hanya berdampak kecil pada pesawat antariksa dan perlu diperhatikan oleh operator pesawat karena partikel surya bisa menganggu peralatan elektronik dalam komputer," kata laman NASA.  

Badai radiasi korona, yang langsung mengarah ke bumi, dapat menyebabkan fenomena cuaca antariksa, seperti, badai geomagnetis ketika bergesekan dengan selubung magnet bumi, magnetosfer, selama beberapa saat.  

Badai radiasi korona adalah fenomena di bintang matahari, yang dapat melepaskan partikel tenaga surya ke ruang angkasa.
Readmore"bumi Akan Semakin Panas" Matahari Akan Meletupkan Radiasi Korona

Ratusan Telur ditemukan Di Barcelona


 https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQ99T8vSw-vyg3hTimXpbswMnhu0pMSEfqg_ZFO0AzIS8LoqQoV

BARCELONA - Tim peneliti Miquel Crusafont Catalan Palaeontology Institute berhasil menemukan ratusan telur dinosaurus di satu situs penggalian.

Tim menemukan telur, pecahan cangkang telur dan lusinan kuku dinosaurus pada lapisan stratigrafis periode akhir Cretaceous. Fosil berada di formasi geologis Tremp di situs Coll de Nargó, Provinsi Llieda Spanyol. Menurut peneliti, di periode akhir Cretaceous, daerah ini adalah daerah rawa.

“Begitu banyak cangkang telur, telur, dan sarang dinosaurus yang ditemukan. Beberapa diantaranya adalah jenis sauropoda,” ungkap ketua tim peneliti, Albert Garcia Selles, seperti dikutip Livescience, Kamis (14/3/2013).

“Sampai saat ini, baru satu jenis telur dinosaurus yang telah terdokumentasi dari daerah ini, yakni Mageloolithus siruguei,” kata Sellés menambahkan.

Ia dan timnya menemukan bukti setidaknya ada empat spesies lain yang teridentifikasi. Spesies itu antara lain Cairanoolithus roussetensis, Megaloolithus aureliensis, Megaloolithus siruguei, dan Megaloolithus baghensis.

Telur Megaloolithus diduga berasosiasi dengan dinosaurus jenis sauropoda.

Berdasarkan hasil kajian, peneliti mengungkapkan bahwa situs Coll de Nargo merupakan tempat bersarang dinosaurus paling penting di Eropa. Hasil penelitian menunjukkan, daerah tersebut digunakan oleh beberapa jenis dinosaurus untuk bersarang sejak  masa Akhir Campanian, sekitar 71 juta tahun lalu, hingga masa Akhir Maastrichtian, sekitar 67 juta tahun lalu.

Hasil temuan ini telah dipublikasikan di jurnal Cretaceous Research untuk edisi bulan Maret.

“Sebelumnya, kami belum pernah menemukan begitu banyak sarang dalam satu area. Keberadaan berbagai jenis oospesies (spesies telur) pada satu lapisan tanah mengindikasikan beberapa jenis dinosaurus yang berbeda saling berbagi area bersarang yang sama,” ujar Selles.

Ia menambahkan, telur-telur dinosaurus yang ditemukan itu dapat membantu peneliti menentukan waktu dari penemuan lanjutan di situs tersebut.

“Ini menjelaskan bahwa berbagai jenis telur dinosaurus yang berbeda ada pada lokasi dengan rentang waktu yang sangat spesifik,” Selles.

"Ini memungkinkan kita untuk membuat skala biokronologis dengan penentuan waktu yang tepat. Singkatnya, berkat temuan koleksi oospesies  yang ditemukan di Coll de Nargó, kami dapat memastikan usia situs tersebut berkisar 71 sampai 67 juta tahun,” tandasnya.


ReadmoreRatusan Telur ditemukan Di Barcelona

BOcah 13 Tahun terbangkan satelit "Alexander Forsythe"


http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/10/19/176265_alexander-forsythe_663_382.jpg

Seorang bocah membuktikan, tak ada yang tak mungkin diraih. Meski ia baru berusia 13 tahun, murid bernama Alexander Forsythe sudah mengangkasa. Ia berperan dalam penerbangan satelit ke ketinggian 100.000 kaki atau 30.480 meter.

Bukan hanya itu, balon tersebut mengangkut sensor berteknologi tinggi ciptaannya yang berfungsi mengumpulkan informasi tentang kekuatan matahari.

Setelah jatuh kembali ke Bumi di Gurun Sierra Nevada, Amerika Serikat, Alexander akan menganalisa data yang dikumpulkan perangkat penyimpan data sebesar bola ping-pong. Data itu dibawa ke angkasa menggunakan balon helium.

Alexander, yang bersekolah di Bede Academy, Blyth, Northumberland menghabiskan waktu lima hari untuk menyusun perangkat itu, bekerja sama dengan mahasiswa doktoral dari Newcastle University, Inggris.

Mereka membuat sensor matahari yang dinamai berdasarkan bentuknya yang mirip bola ping-pong, Pong-sat. Tujuan dari proyek ini adalah untuk mengkalkulasi dan membandingkan panel surya yang dipasang di atmosfer Bumi atau di luar angkasa.


"Pertaruhannya, kita bisa mendapatkan cahaya matahari berkualitas tinggi jika memasang panel surya di luar angkasa, namun energi listrik yang dikumpulkan bisa terganggu dengan penurunan suhu yang parah di sana."

Pong-sat yang berisi microchip dan sensor digunakan untuk mengukur aliran surya dalam kapasitas yang tidak lebih dari yang bisa ditampung bola tenis meja.
        

"Pong-sat dibawa ke tepian atmosfer dengan menggunakan balon cuaca, yang akhirnya meledak, satelit itu turun ke Bumi menggunakan parasut," kata Alexander. "Saya tak sabar menanti hasilnya."

Bekerja sama dengan para mahasiswa doktoral, memaksa Alexander untuk memahami, atau paling tidak mengenal matematika tingkat PhD. "Menyenangkan, meskipun matematika tingkat doktoral sangat sulit bagi saya," tambah dia.

Di masa depan, bocah ini berharap bisa belajar teknik elektronika. Hingga level doktoral.

Prestasi Alexander mendapat pujian dari Alton Horsfall, dosen senior teknik elektronika dari Newcastle University. Menurut dia, biasanya pekerjaan seperti ini dilakukan siswa 16 tahun ke atas.

"Otaknya telah berkembang sangat pesat. Ia menjadi bagian dari tim kami bersama para mahasiswa PhD yang rata-rata berumur 20 tahun dan telah memiliki satu gelar akademik," kata Alton Horsfall.

Wakil Kepala Sekolah Bede Academy, Alan Corner, mengatakan, di usianya yang masih sangat muda, Alexander memiliki pemahaman luar biasa soal rekayasa elektronik. Pengalaman ini penting artinya demi
ReadmoreBOcah 13 Tahun terbangkan satelit "Alexander Forsythe"

Lomba Foto Astra 2013 Berhadiah Motor VERZA


http://www.satu-indonesia.com/userfiles/image/POSTER-LFA-2013-FINAL.jpg

 Gimana pasti ngilerkan...????buruan daftar dan tunjukan kebolehan mu
Info lebih lanjut dan pendaftaran DISINI
ReadmoreLomba Foto Astra 2013 Berhadiah Motor VERZA

Angry Birds Cartoon Series Tayang Di Indonesia


http://blogs-images.forbes.com/johngaudiosi/files/2013/03/toonsAB_splash_v28-JT-300x214.jpg

Rovio siap merilis serial kartun Angry Birds Toons pada 16 dan 17 Maret 2013. Pecinta game burung pemarah di Indonesia bisa menyaksikan serial kartun ini di salah satu televisi nasional.

Pada 16 Maret, Angry Birds Toons akan mendarat di ANTV. Stasiun televisi tersebut menjadi mitra Rovio di Indonesia. Secara keseluruhan ada 52 episode Angry Birds Toons yang akan tayang sekali dalam sepekan.

Selain di Indonesia, Angry Birds Toons juga tayang di jaringan televisi Australia, India, Korea Selatan, Finlandia, Israel, Ukraina, Perancis, Jerman, Norwegia, Chili, dan Brasil.

Rovio juga menyalurkan Angry Birds Toons lewat aplikasi game di ponsel pintar dan tablet yang selama ini sudah digunakan sekitar 1,7 miliar pengguna di seluruh dunia. Perusahaan asal Finlandia ini pandai memanfaatkan basis penggunanya yang besar.

Rovio akan menyediakan update aplikasi game, yang sudah ditambah kanal video khusus untuk menonton serial kartun. "Kami bisa menjangkau penonton global yang lebih luas, dengan cara yang lebih menarik dibandingkan cara-cara distribusi tradisional," kata CEO Rovio Mikael Hed dalam siaran pers, Senin (11/3/2013).
http://blog.mipworld.com/wp-content/uploads/2012/10/stalbow-490x418.jpg

Sejarah Rovio

Dari perusahaan game, Rovio bertransformasi menjadi perusahaan hiburan. Sejak Angry Birds menjadi candu bagi pengguna Android dan iOS, mereka memperluas sayap bisnis dengan menjual boneka, kaus, dan cenderamata Angry Birds yang berada di bawah lisensi.

Rovio bermula dari sebuah perusahaan rintisan (startup) pembuat game bernama Relude yang didirikan tahun 2003 oleh tiga mahasiswa yang kuliah di Helsinki University of Technology, Finlandia, yakni Mikael Hed, Jarno Väkeväinen, dan Kim Dikert.

Mereka juara dalam kompetisi pembuatan game yang disponsori Nokia dan HP. Game itu berjudul King of the Cabbage World.

Tahun 2005, Relude ganti nama jadi Rovio Mobile dan membangun kantor di Espoo, Finlandia. Untuk kali pertama, mereka menerima investasi dari investor perorangan. Rovio Mobile merilis permainan Angry Birds untuk iOS.
http://www.pocketgamer.co.uk/artwork/na-kril/angry-birds-toons-1.jpg

Game ini kemudian dibuat untuk sistem operasi Android. Tak butuh waktu lama bagi Angry Birds untuk menjadi salah satu game paling disukai dan paling dikenal. Jumlah unduhannya mencapai 1 miliar kali di toko aplikasi Google Play Store dan Apple App Store.

Mulai Maret 2011, Rovio Mobile mendapat banyak investasi, baik dari perusahaan investasi maupun investor perorangan. Pada Juli 2011, perusahaan ini ganti nama lagi menjadi Rovio Entertainment Ltd. Mereka memperluas sekuel permainan Angry Birds dan sudah berani melakukan akuisisi sebuah perusahaan game bernama Futuremarks Games Studio.
ReadmoreAngry Birds Cartoon Series Tayang Di Indonesia